27 Jan 2011

Review Web Usability : id.strawberrynet.com (part 3)

Author: KARIMUL MAKHTIDI | Filed under: Academic

Lanjut lagi yak postingannya……

Recognition Rather Than Recall

Jangan bikin puyeng pengguna, begitulah kira-kira inti poin ini. Di website ini tidak jelas tulisannya, apakah bisa di link atau tidak. Semua warnanya sama dan pengguna harus mengingat tulisan mana yang berupa link mana yang tulisan biasa. Paling tidak pengguna harus meng-hovernya terlebih dahulu.

Flexibility and Efficiency of Use

Menurut saya website ini kurang fleksibel dan tidak efisien ketika digunakan. Karena terlalu penuh antarmukanya sehingga pengguna merasa susah untuk menggunakannya. Selain itu terlalu banyak kata-kata (iklan) yang tidak penting. Selain Banner yang gede itu sangat mengganggu sehingga kurang efisien. Pas nyari pake search pasti yang keluar pertama kali adalah banner itu, bukan produknya. Padahal pengguna lebih mencari produk dari pada banner dan iklan-iklannya itu.

Aesthetic and Minimalist Design

Nilai estetika website ini kurang sekali. Terlalu banyak tulisan-tulisan dan iklan-iklan yang menurut saya sangat tidak enak di pandang. Apalagi peletakan banner yang kurang pas, menu yang tidak kelihatan seperti menu, layout nya juga tidak jelas bentuknya, dan masih banyak lagi. Intinya website ini masih jauh dari kata “Aesthetic and Minimalist Design”.

Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors

Ketika pengguna melakukan kesalahan, ada pesan yang jelas dan mudah dimengerti menggunakan bahasa yang sederhana, serta memberikan permasalahan dengan solusi yang tepat. Untuk melakukan pendaftaran, website ini hanya meminta memasukkan alamat email saja. Ketika saya mencoba dengan memasukkan email yang salah, yaitu “tedted@gmail.co, ternyata website ini tidak memberikan pesan error apapun. Malahan saya berhasil mendaftar. Aneh!!!

Help and Documentation

Dibagian kanan atas website ini terdapat menu “layanan konsumen”. Disini pengguna bisa bertanya dan membaca ketentuan-ketentuan bisnis proses dari web ini.

ok mungkin sekian dulu posting kali ini. Wuaaa capeekkkk. Akhirnya selesai juga.

27 Jan 2011

Review Web Usability : id.strawberrynet.com (part 2)

Author: KARIMUL MAKHTIDI | Filed under: Academic

Setalah di postingan lalu membahas Usability, saatnya di postingan kali ini saya mengkaji website id.strawberrynet.com berdasarkan 10 evaluasi heuristik milik Jacob Nielsen. Pada kesempatan ini, saya akan membahas website ini dari poin pertama sampai poin kelima, yaitu Visibility of system status, Match between system and the real world, User control and freedom, Consistency and standards, dan Error prevention.

Visibility of system status

Ketika pertama kali membuka situs ini, saya tidak merasa sedang membuka situs e-commerce karena situs ini tidak menampilkan produk-produk yang dijual. Situs ini lebih menonjolkan iklan daripada produknya. Selain itu, tidak ada navigasi bar yang menunjukkan sedang dimana kita saat ini pada saat kali pertama masuk, namun setelah masuk ke kategori produknya, baru ada navigasinya. Setelah di lihat lebih lanjut, beranda malahan diletakkan di bawah dan font-nya pun kecil. Jadi susah dilihat oleh pengguna. Untuk title, website ini sudah sesuai karena bila membuka tab lebih dari 3, maka kita akan langsung tahu posisi dan keberadaan website ini.

Match between system and the real world

Dari segi bahasa, website ini sudah cukup bagus. Ketika digunakan bahasa indonesia, tidak nampak kata-kata dalam bahasa asing, namun dalam pengartiannya masih ada yang asing ditelinga saya, yaitu kata “Kereta Belanja (Shopping Cart)”. Jujur baru kali ini saya melihat peng-artian yang semacam ini. Biasanya menggunakan kata “Keranjang Belanja”.

Selain itu, yang yang menjadi poin saya adalah penulisan format rupiah pada saat menggunakan Bahasa Indonesia. Format penulisan mata uang Rupiah adalah dengan menggunakan kata “Rp” sedangkan disitu menggunakan kata “R” saja. Jadi tidak sesuai dengan kenyataannya.

User control and freedom

Poin ini intinya adalah bagaimana sistem mengcover kesalahan yang dilakukan pengguna. Situs ini sepertinya kurang memperhatikan poin ini. Ketika saya mencoba menghapus salah satu produk di daftar belanja, sistem tidak memberikan warning terlebih dahulu dan langsung menghapusnya. Hal seperti ini cukup fatal akibatnya karena pengguna harus mencari barang yang telah dihapusnya tadi, padahal mungkin pengguna tidak sengaja menghapus produk tersebut.

Consistency and standards

Yang menjadi perhatian saya di poin ini adalah penulisan kata yang tidak konsisten. Yang mengherankan, kedua kata ini letaknya bersebelahan tapi penulisannya berbeda padahal maksudnya sama. Selain itu, tombol pada website ini tidak sesuai standar. Kesannya terlihat sepeti bukan tombol. Tidak ada gradasi warna atau apapun itu yang mencirikan kalau itu tombol.

Error prevention

Pada poin ini, website id.strawberrynet.com ini memberikan pesan petunjuk supaya pengguna tidak salah ketika memasukkan status pemesanan. Jadi lebih meminimalkan kesalahan yang dilakukan oleh user.

to be continue……

27 Jan 2011

Review Web Usability : id.strawberrynet.com (Part 1)

Author: KARIMUL MAKHTIDI | Filed under: Academic

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengemukakan beberapa pendapat saya mengenai usability suatu website dan tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (Human Computer and Interaction). Kebetulan, pada semester ini website yang bakalan di review adalah website-website e-commerce. Dari tiga website yang saya usulkan, terpilihlah website id.strawberrynet.com sebagai website yang beruntung saya kaji. Congrats…..!!!!

id.strawberrynet.com merupakan situs e-commerce yang menjual berbagai produk perawatan, baik untuk pria maupun wanita. Website ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat indonesia saja, namun scope usahanya ditujukan ke seluruh dunia. Dari jenis produk yang dijual, sebagian besar website ini menyediakan berbagai produk perawatan yang berasal dari belahan dunia. Merknya pun masih asing di mata saya, hanya beberapa merk ternama saja yang saya tahu (bukan cowok metrosexual si….).

Sebelum lebih jauh membahas masalah usability suatu website, alangkah baiknya bila kita kenalan dulu dengan yang namanya usability. Apa si usability itu? Dari tadi ngomongin itu aja. Jadi menurut mbah Jacob Nielsen, usability itu adalah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah user interface (antarmuka) digunakan. Kata “usability” juga mengacu pada metode untuk meningkatkan kemudahan penggunaan selama proses desain.

Usability didefinisikan ke dalam lima komponen, yaitu:

  1. Learnability : Seberapa mudah pengguna menyelesaikan task-task dasar ketika pertama kalinya mereka berhadapan dengan desain (antarmuka).
  2. Efisiensi : Sekali pengguna telah belajar desain (antarmuka), seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas-tugas.
  3. Memorability : Ketika pengguna kembali ke desain setelah suatu periode tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat membangun kembali kemampuan.
  4. Errors : Berapa banyak kesalahan yang dibuat pengguna, seberapa parah kesalahan ini, dan bagaimana mereka dapat mudah pulih dari kesalahan itu.
  5. Satisfaction : seberapa menyenangkan antarmuka itu digunakan.

Untuk mengevaluasi usability, digunakan evaluasi heuristik yang dibuat oleh Jacob Nielsen. Ada 10 kriteria penilaian yang umum digunakan, yaitu :

  1. Visibility of system status : Sistem harus selalu memberikan informasi ke pengguna tentang apa yang sedang terjadi.
  2. Match between system and the real world : Sistem ini harus berbicara bahasa pengguna, dengan kata-kata, frase dan konsep akrab bagi pengguna, bukan istilah berorientasi sistem. Ikuti konvensi dunia nyata, membuat informasi muncul dalam urutan yang alami dan logis.
  3. User control and freedom : terdapat pilihan yang jelas ketika mengguna mengerjakan task yang tidak sesuai atau salah . Dukungan undo dan redo.
  4. Consistency and standards : Pengguna tidak perlu bertanya-tanya apakah kata-kata yang berbeda, situasi, atau tindakan berarti hal yang sama. Ikuti konvensi platform.
  5. Error prevention : ada pesan error untuk mencegah terjadinya kesalahan.
  6. Recognition rather than recall : Minimalkan memori beban pengguna dengan membuat objek, tindakan, dan pilihan terlihat.
  7. Flexibility and efficiency of use : permudah user, baik user yang sudah berpengalaman maupun belum berpengalaman,
  8. Aesthetic and minimalist design : Dialog tidak boleh berisi informasi yang tidak relevan atau jarang dibutuhkan. Setiap unit tambahan informasi dalam dialog bersaing dengan unit terkait informasi dan mengurangi visibilitas relatif mereka.
  9. Help users recognize, diagnose, and recover from errors : Pesan kesalahan harus dinyatakan dalam bahasa sederhana (tanpa kode), justru menunjukkan masalah, dan konstruktif menyarankan solusi.
  10. Help and documentation : Meskipun lebih baik jika sistem tersebut dapat digunakan tanpa dokumentasi, mungkin perlu untuk memberikan bantuan dan dokumentasi. Setiap informasi tersebut harus mudah dicari, fokus pada tugas pengguna, daftar langkah-langkah konkret untuk dilakukan, dan tidak terlalu besar.

Penjelasan lebih lanjut dari masing-masing kriteria, insya Allah akan saya sampaikan pada kesempatan postong berikutnya. So don’t miss it.. udah dulu yaaaaa. see u next time.

9 Dec 2010

Information Visualization : Videosphere

Author: KARIMUL MAKHTIDI | Filed under: Academic

Kali ini saya akan membahas mengenai information visualization yang ada pada suatu web. web yang beruntung saya bahas adalah www.bestiario.org/research/videosphere/. Web ini menurut saya benar-benar website yang memberikan user experience tersendiri bagi para penggunanya.

Videosphere ini memvisualisasikan video-video yang ada di TED.com dalam bentuk menyerupai lapisan bumi. Situs ini dibuat oleh Bestiario dan mengabungkan antara seni, sains, teknologi, dan masyarakat dalam bentuk yang menarik. Bestiario ini sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali dengan pihak TED.com, namun sepertinya dia baik sekali membuat situs yang berisi video-video dari TED.com. *ini pasti ulah gorgom*

Seperti inilah tampilan awal ketika user pertama kali mengunjungi website ini.

secara default website ini mengambil sudut pandang dari dalam. Namun kita bisa mengubah sudut pandang dengan mengganti navigasinya menjadi “outer” di menu sebelah kiri atas. Setelah diubah menjadi “outer” tampilannya akan menyerupai bumi dengan animasi rotasi yang keren abizz. Hasilnya “jeng jeng jeng” seperti dibawah ini

Nah kalau kayak gini kan lebih asyik ngeliatnya. hehehe

Disini, video-video ini ditampilkan dalam  gambar berbentuk persegi. Untuk memilih video yang diinginkan tinggal di klik pada gambar videonya dan nanti dengan animasi yang keren, gambar yang dipilih akan menjadi di tengah dan menjadi fokus. Visualisasi seperti ini memang sangat menarik, namun sayang tidak ada keterangan apapun ketika dihover pada gambar videonya. Akhirnya harus cari-cari dulu keterangan videonya dan ternyata informasi mengenai videonya ada di menu sebelah kiri atas dan harus meng-klik menu “info” dulu.

Selain itu, garis-garis penghubung (network) antar videonya juga tidak jelas fungsinya dan terlalu rumit karena saking banyaknya video. Mungkin harusnya diberi warna dan diberi keterangan tentang warna tersebut atau mungkin divisualisasikan dengan cara yang lain. Setelah dicari-cari usut punya usut, garis tersebut menghubungkan antar video berdasarkan kategori videonya. Jadi sepertinya harus di atur lagi visualisasinya supaya user dapat mendapatkan informasi yang dia inginkan dengan cepat.

OK segini dulu yak ulasannya. mungkin terlalu singkat karena sudah tidak ada bandwidth lagi. *alesan*. Silakan dikoment yak!

20 Sep 2010

Tugas IMK:Review Usability Suatu Website

Author: KARIMUL MAKHTIDI | Filed under: Academic

Postingan berikut ini merupakan tulisan yang di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer.  Tugasnya yaitu, mereview usability suatu web. Nah, web yang akan saya review adalah website kepunyaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), http://www.polri.go.id. Sebenarnya tidak ada alasan khusus mengapa saya memilih website ini, hanya iseng belaka dan mungkin karena pernah punya pengalaman tidak mengenakkan dengan polisi. hehe

Alamat situs tersebut saya dapatkan setelah saya googling dengan keyword “polri” dan hasilnya situs tersebut berada paling atas di daftar pencarian. Saya klik dan ternyata cukup lama web tersebut dapat tampil secara utuh. Hal ini cukup mengganggu bagi user padahal sekilas website ini tidak terlalu “macem-macem” dan dapat dikatakan sederhana.

homepage

Gambar diatas merupakan halaman depan (homepage) dari website POLRI. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya. Diantaranya adalah :

1. Header

Header pada website ini sudah bisa menggambarkan identitasnya karena ada tulisan “Kepolisian Negara Republik Indonesia” yang cukup besar ukurannya dan logo POLRI sehingga pembaca bisa langsung mengetahui website apakah ini. Namun disayangkan terlalu banyak potongan gambar polisi yang menurut saya agak dipaksakan. Terasa gambarnya menumpuk dan tidak enak dilihat. Selain itu gambar polisi tersebut terlihat memakan banyak ruang. Hal itu sepertinya menjadi penyebab mengapa ada gambar bendera merah putih dengan logo POLRI dan semboyannya pada bagian konten. Padahal jika di kemas sedemikian rupa sehingga pada banner tersebut terdapat logo POLRI, tulisan POLRI, semboyan POLRI, dan gambar polisi akan menjadi lebih menarik dan ruang yang tersisa bisa digunakan untuk hal yang lebih penting.

2. Tanggal

Tepat di bawah banner sebelah kiri terdapat tanggal yang menurut saya tidak mudah dilihat karena bentuk huruf yang sulit dilihat dan warnanya yang sama dengan warna dominan website ini. Pertama kali membuka website ini saya tidak merasa disitu terdapat informasi tanggal. Setelah saya lihat web ini dengan seksama barulah saya mengetahui bahwa di posisi tersebut ada informasi tanggal.

Tapi alangkah terkejutnya saya ketika melihat informasi tanggal tersebut ternyata tidak sesuai dengan tanggal pada saat saya membuka web ini. Saya bertanya-tanya, dan setelah berpikir beberapa saat akhirnya misteri itu terpecahkan. Informasi tanggal yang diberikan web ini ternyata mengambil setting dari komputer pengguna, bukan di setting sesuai dengan tanggal yang sebenarnya. Saya penasaran apakah web yang lain juga seperti itu? Saya bandingkan dengan websitenya kompas, http://kompas.com dan hasilnya berbeda. Website pembanding tersebut tidak mengambil setting tanggal dari komputer pengguna namun memang disetting sesuai tanggal yang sebenarnya. Teman-teman bisa coba dengan mengganti setting tanggal komputer masing-masing dan lihat apa yang akan terjadi.

3. Bilah navigasi

Selain informasi tanggal, tepat dibawah banner terdapat link-link navigasi atau menu yang tersusun secara horizontal. Posisi menu ini sudah baik dan terdapat highlight pada saat link di sorot. Namun saya tidak menemukan penunjuk “dihalaman manakah saya saat ini”. Ini menjadi membingungkan dan tidak sesuai dengan keinginan user pada umumnya karena ini adalah website untuk masyarakat luas. Ada baiknya jika terdapat penunjuknya, misalkan hurufnya berubah warna atau warna background linknya berubah.

4. Konten utama

Dibawah bilah navigasi terdapat konten utama website yang berisi tulisan-tulisan dan beberapa gambar link. Ada beberapa hal yang mengganggu dan membuat saya mengerutkan dahi. Pertama, dari segi tulisan secara keseluruhan kurang baik. Dilihat dari pemilihan bentuk huruf, warna huruf yang berwarna-warni, dan background yang berwarna-warni pada tulisan. Selain itu text berjalan(marquee) yang berwarna-warni dan sulit untuk dibaca sangat menganggu dan menurut sebagian orang, text seperti ini tidak perlu digunakan lagi pada sebuah web. Terlebih kalimat sambutan “selamat datang di website POLRI” tidak terlalu penting dan sebagian orang mungkin enggan membaca karena yang pengguna butuhkan adalah informasi yang lebih dari sekedar itu. Kedua, beberapa link berbentuk gambar yang sangat tidak penting menurut saya. Selain memakan ruang, letaknyapun tidak pas dan cukup mengganggu. Harusnya dimasukkan pada bilah navigasi dan bisa pula berupa tulisan dengan gambar maupun foto yang bersesuaian dan menarik. Ketiga, pada bagian regular news terkesan seperti bukan berita. Karena yang ditampilkan sebagian besar hanyalah judul beritanya saja. Tanpa adanya foto yang mendukung dan terasa kurang menarik sehingga pembaca malas untuk melihat apalagi membacanya. Terakhir adalah informasi mengenai jumlah pengunjung yang diletakkan dibawah regular news. Hal ini sebenarnya tidak perlu ditampilkan, cukup admin yang mengetahuinya. Namun jumlah ini cukup membuktikan bahwa banyak masyarakat yang ingin mengetahui tentang POLRI. Namun sayang website ini rasanya kurang dari segi usability-nya dan mungkin membuat kecewa para pengunjungnya termasuk saya.

5. Sidebar

Website ini menggunakan layout tiga kolom dengan sidebar berada di sebelah kiri dan kanan, sedangkan ditengah terdapat konten utama. Mari kita mulai dari sebelah kiri terlebih dahulu. Dari bagian atas terdapat breaking news yang berisi berita dengan teks yang berjalan dan berwarna-warni.

Ini jelas mengganggu pembaca karena tulisan yang sulit dibaca, berwarna-warni, warna background yang tidak sesuai , teksnya berjalan, dan yang lebih mengecewakan adalah berita yang dituliskan sudah lama diposting atau “kadaluarsa”. Menurut saya lebih baik dihilangkan breaking news-nya dan diganti dengan arsip artikel atau semacamnya.

Kemudian dibawahnya ada daftar pencarian orang yang menurut saya mudah dilihat, namun cukup mengganggu posisinya. Paling bawah tedapat beberapa menu yang bermasalah karena apabila di sorot menu tersebut tidak menandakan bahwa ia dapat diklik. Sebaiknya pada saat disorot teksnya berubah warna atau menjadi tebal.

Beralih ke sidebar bagian kanan, paling atas terdapat form untuk melakukan pencarian. Penempatan form pencarian sudah baik dan mudah dilihat. Namun, alangkah baiknya form pencariannya bisa sedikit lebih lebar. Di bawah from pencarian terdapat foto bapak Kapolri. Penempatannya sudah baik dan mudah dilihat serta fotonya begitu jelas. Namun sayang tidak ada keterangan Nama dan pangkat dari Bapak Kapolri ini. Harusnya diberi keterangan nama dan pangkatnya. Di bawah foto Kapolri terdapat polling yang sebenarnya berisi pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Saya kembali tidak habis pikir, kenapa website POLRI ini memberikan pertanyaan yang sangat tidak penting dan tidak mencerminkan POLRI yang sesungguhnya. Padahal banyak pertanyaan berbobot yang bisa dijadikan sebagai bahan polling. Sepertinya polling tersebut sia-sia saja dan tidak ada manfaatnya. Untuk yang sisanya adalah “user login” dan “status  SMS 1120”. Penempatannya baik dan mudah terlihat tetapi saya masih belum mengerti buat apa ada fasilitas “status  SMS 1120” ini. Lagi-lagi membingungkan pengguna.

Ehmm sudah malem, jadi saya cukupkan sampai disini. Ditunggu komen dari teman-teman semua. Mohon maaf apabila kata-kata pada tulisan ini kurang berkenan karena saya pribadi masih banyak kekurangan. Ini adalah bagian dari pembelajaran saja dan semoga bisa bermanfaat. Sampai jumpa di episode berikutnya……….

Comments Off
14 Jul 2010

HTML dari Masa ke Masa

Author: KARIMUL MAKHTIDI | Filed under: Academic

Berbeda dengan bahasa/script pemrograman yang rumit, HTML (Hypertext Markup Language) merupakan sebuah bahasa yang sederhana, mudah, terstruktur, tetapi sering dianggap remeh kemampuannya, jauh dibawah JavaScript, apalagi script server side seperti PHP, bahasa pemrograman .NET, maupun Java. HTML? Paling cuma untuk membuat table atau form input, mungkin demikian yang terlihat.

Tetapi berbicara mengenai HTML, tidak akan lepas dari salah satu peranan penting dalam dunia internet, HTML merupakan dokumen standar yang hadir di hadapan Anda melalui HTTP (Hypertext Tranfer Protocol) sebagai protokol yang mengirimkan data dari web server ke web browser, sehingga sharing dokumen dimungkinkan walaupun penggunanya berada di benua yang berbeda.

Kita yang sekarang menggunakan browser canggih sekelas Firefox, Safari, ataupun Google Chrome yang mampu menampilkan konten web interaktif, mungkin akan heran dengan pengguna tempo dulu yang sudah sangat puas menggunakan Mosaic – web browser yang popular saat itu – yang memiliki kemampuan mengagumkan (waktu itu), yaitu dapat menampilkan gambar bersama text secara inline (karena sebelum itu, gambar lazimnya ditampilkan terpisah dengan text).

Penjelasan versi HTML termasuk unik. Spesifikasi HTML yang pertama mencakup 22 elemen pada tahun 1991, dilanjutkan dengan HTML+, dan mencapai HTML 2.0 pada tahun 1995. Jadi tidak dikenal HTML 1.0

Dari HTML 2.0, berlanjut ke HTML 3.2 yang diumumkan oleh W3C (Word Wide Web Consortium, sebuah organisasi untuk menentukan standard internasional word wide web) pada tahun 1997, memperkenalkan fitur-fitur diantaranya table, applet, superscript, subscript, marquee, dan seterusnya. HTML3.0 sebenarnya ada, tetapi hanya berupa draft dan tidak menjadi spesifikasi resmi.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, tepatnya Desember 1997, HTML 4.0 diumumkan, dilanjutkan dengan HTML 4.01 pada tahun 1999. Kemampuan HTML yang didukung dengan CSS (Cascading Style Sheet) memberi warna baru pada interface website. Standardisasi dan spesifikasi-spesifikasi baru menuntut browser untuk terus melakukan penyesuaian, hasilnya, web developer sering kali harus memastikan website berjalan mulus pada browser-browser popular.

Saat ini, kebanyakan browser menanamkan apa yang disebut dengan layout engine untuk menampilkan konten web. Contohnya adalah layout engine Trident yang digunakan pada Internet Explorer sejak IE 4.0 Trident juga digunakan pada sofware lainnya seperti AOL Instant Messenger, Microsoft Outlook, ataupun Outlook Express.

Browser popular lainnya, Mozilla Firefox, menggunakan layout engine Gecko yang juga digunakan oleh SeaMonkey, Flock, dan Thunderbird. Contoh layout engine lainnya adalah KHTML yang digunakan oleh Konqueror, Presto yang digunakan oleh Opera, WebKit yang digunakan oleh Safari, Google Chrome, dan Shiira.

Pada Januari 2008, HTML 5 diumumkan sebagai draft. Walaupun statusnya belum berupa rekomendasi resmi, beberapa spesifikasi HTML 5 mulai didukung oleh berbagai layout engine dan browser terkemuka. Spesifikasi HTML 5 dikerjakan bersama oleh W3C dan WHATGW (Web Hypertext Application Technology Working Group). WHATGW adalah komunitas yang didirikan beberapa individu dari Apple, Mozilla Foundation, dan Opera Software, beranggotakan antara lain David Hyatt dari Apple dan Ian Hickson dari Google.

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme